Tips Mendapatkan Rumah Subsidi Dengan Mudah

Tempat tinggal merupakan kebutuhan yang patut dipenuhi baik cepat ataupun lambat. Apalagi bagi Anda yang telah memiliki keluarga sendiri beserta sang buah hati. Akan tidak afdol jika masih menumpang di rumah orang tua. Masalahnya, keterbatasan ekonomi selalu jadi alasan seseorang gagal mendapatkan rumah. Terlebih seiring berjalannya waktu, harga rumah dan tanah semakin mahal. Nah, khusus bagi Anda yang tergolong masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan hendak memiliki hunian pribadi, disarankan untuk membeli rumah subsidi.

Rumah subsidi adalah perumahan yang disediakan oleh pemerintah bagi masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah yang ingin membeli rumah pribadi. Tentunya dengan harga yang terjangkau dan persyaratan yang harus dipenuhi. Apa sajakah yang perlu dipersiapkan sebelum mengambil rumah ini? Yuk simak ulasan selengkapnya berikut.

Penghasilan Kurang dari 4 Juta Rupiah

Salah satu ancaman bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah yang hendak mengambil rumah subsidi adalah hasrat masyarakat berduit golongan menengah ke atas yang ikut tertarik rumah subsidi. Alasannya untuk investasi masa depan. Apapun alasannya, hasrat tersebut tetaplah salah. Namun, kini Anda tak perlu risau. Pasalnya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi saat mengambil rumah ini salah satunya penghasilan yang kurang dari 4 juta rupiah.

Jadi, bagi masyarakat kalangan atas yang berniat untuk memilikinya dengan penghasilan yang lebih besar dari 4 juta rupiah otomatis akan ditolak.

Belum Pernah Mendapatkan Subsidi KPR

Rumah subsidi ini merupakan program menarik yang diadakan pemerintah supaya masyarakat yang kurang mampu dapat memiliki hunian pribadi. Tentunya dengan cicilan tiap bulan yang disesuaikan dengan penghasilan sehingga tidak memberatkan sepihak. Syarat selanjutnya saat mengambil rumah ini yaitu calon pembeli tidak pernah mendapatkan subsidi KPR sebelumnya. Apabila Anda tercatat pernah mendapatkan subsidi KPR, jangan harap ajuan Anda akan diterima.

Satu hal yang perlu Anda tahu, tiap orang hanya diperbolehkan untuk memiliki satu rumah subsidi saja. Termasuk apabila pasangan Anda sudah mengajukan KPR. Maka, apabila Anda menggunakan nama yang berbeda untuk pengajuan KPR, tetap akan ditolak bahkan diblok. Petugas bank akan jeli dalam hal ini dengan mengecek kartu keluarga calon pembeli atau pengaju KPR. Jadi, usahakan jangan main curang dan perhatikan dengan benar sistem pembelian rumah melalui KPR maupun tunai.

Saldo Bank Minimal Sebesar Tiga Juta Rupiah

Syarat selanjutnya yang harus Anda patuhi saat mengajukan pembelian rumah subsidi adalah saldo bank harus berjumlah minimal 3 juta rupiah. Peringatan akan jumlah minimal saldo ini penting dan diantisipasi juga oleh developer sebagai uang muka. Jadi, usahakan untuk memersiapkan segala hal sebelum mengajukan pembelian ya!

Memiliki Pekerjaan sebagai Karyawan Perusahaan dengan Masa Kerja Minimal 1 Tahun

Kendala utama yang sering dialami masyarakat saat mengajukan rumah subsidi adalah pekerjaannya. Ketahuilah untuk dapat mengajukannya Anda haruslah seorang karyawan perusahaan dalam negeri yang telah diangkat jadi karyawan tetap. Tentu saja persyaratan ini akan berbeda lagi untuk developer yang berbeda. Bahkan adapula developer yang memperbolehkan karyawan kontrak untuk mengajukan rumah ini. Namun, karyawan kontrak yang masih bekerja tentunya. Untuk developer lainnya, ada yang menyaratkan adanya Surat Keputusan Karyawan Permanen. Jadi, carilah developer dengan persyaratan yang sesuai kondisi Anda ya!

Slip Gaji

Setelah Anda melakukan booking fee, biasanya akan langsung dimintai berbagai dokumen persyaratan termask slip gaji. Nah, untuk itu, siapkanlah surat keterangan gaji Anda selama tiga bulan terakhir sejak pengajuan booking fee. Tentunya slip gaji tersebut harus ditanda tangani serta dicap oleh HRD perusahaan Anda ya supaya menghindari slip palsu.

Surat Keterangan Tidak Punya Rumah

Untuk dapat diproses pengajuan rumah subsidi Anda memang harus melewati banyak hal. Salah satunya surat keterangan apabila Anda tidak memiliki rumah. Biasanya, saa proses KPR berlangsung, pihak developer akan memberikan Anda berkas-berkas atau dokumen penting seperti surat pernyataan apabila Anda belum memiliki tempat tinggal. Tentunya dokumen tersebut harus ditanda tangani oleh pamong desa seperti RT dan RW tempat Anda tinggal sesuai KTP.

Rekam Jejak Bank

Persyaratan lain supaya Anda lolos admistrasi pengajuan rumah subsidi adalah pastikan rekam jejak transaksi bank Anda baik. Tentunya pengajuan KPR subsidi akan sulit bahkan ditolak apabila catatan jejak Anda kurang baik. Beberapa orang pernah mengalami hal tersebut dan di black list oleh bank. Masalah tersebut bisa berupa pembayaran terhadap bank, atau masalah sejenis lainnya. Setiap data yang berhubungan akan terekam baik oleh mereka. Jadi, pastikan Anda maupun pasangan tidak memiliki masalah satupun dengan pihak bank ya.

Kelengkapan Dokumen Pribadi

Selain persyaratan slip gaji, surat keterangan tidak memiliki rumah, maupun rekam jejak bank yang baik, Anda harus memersiapakan kelengkapan dokumen lainnya seperti fotokopi KTP, fotokopi KK, fokopi NPWP, dan fotokopi rekening koran. Dokumen-dokumen tersebut bertujuan untuk menunjang kelancaran proses pengajuan KPR Anda. Dokumen di atas adalah garis besarnya. Untuk lebih lanjut lagi, tergantung developer yang Anda pilih. Satu lagi, pastikan status Anda adalah warga negara Indonesia yang telah berusia lebih dari 21 tahun ya.

Nah, itulah beberapa cara yang harus Anda perhatikan saat hendak mengajukan rumah subsidi untuk hunian pribadi. Pastikan tidak ada catatan buruk pada bidang finansial Anda dan syarat yang dimiliki sesuai. Dengan demikian, pihak bank maupun developer akan langsung menyetujui pengajuannya. Siapkan pula dokumen yang diperlukan. Selamat mencoba!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *