Jual Tanah untuk Keuntungan: Inilah Landasan Hukumnya

Jual Tanah dan Landasan Hukumnya

Jual tanah butuh ilmu, jadi Anda harus tahu tentang serba-serbi tanah. Sebutan tanah sendiri tidak akan lepas dari istilah jual beli dalam bahasa kita. Maka patut disadari dalam penggunaannya perlu diberi batasan agar diketahui dalam arti apa istilah tersebut digunakan.

Dalam hukum pertanahan sendiri kata sebutan “tanah” dipakai dalam arti yuridis sebagai suatu pengertian yang telah diberi batasan resmi oleh UUPA. Istilah ini disinggung Dalam pasal 4. Dinyatakan bahwa atas dasar hak menguasai dari Negara ditentukan adanya macam-macam hak atas permukaan bumi termasuk tanah.

Segala macam yang berada di tubuh bumi dan air yang dimaksudkan itu bukan kepunyaan pemegang hak atas tanah yang bersangkutan. Hanya diperbolehkan menggunakannya atau jual tanah.

Dengan kata sekedar diperlukan untuk kepentingan yang langsung berubungan dengan penggunaan tanah itu dalam batas. Pemakaian bagian dari bumi itu harus ada hubungannya langsung dengan gedung yang dibangun di atas tanah yang bersangkutan.

Perlu diketahui bahwa jual tanah murah artinya menjual apa yang ada didalamnya juga. Disebutkan dalam pasal 4 ayat (1) UUPA yaitu atas dasar  menguasai dari Negara. Sebagai yang dimaksud dalam pasal 12 ditentukan adanya macam macam  diatas permukaan bumi.

Tanah yang akan dapat diberikan pula kepada orang orang baik sendiri maupun bersama sama dengan orang lain serta Badan hukum. Dengan demikian jelaslah bahwa tanah dalam pengertian bumi sedangkan hak atas tanah adalah  bagian yang berbatas berdimensi dua dengan ukuran panjang dan lebar.

Jadi, ternyata tanah juga punya definisi sendiri yang penting sebagai dasar dari proses jual belinya. Karena itu, tidak semua orang bisa jual tanah karena harus punya ilmu terkait hukum dan aturannya secara menyeluruh. Tanah memang merupakan aset berharga yang harus dipelajari terutama soal legalitasnya.

Hukum Atas Tanah dan Jual Belinya

Sesudah memasuki pada pengertian tanah maka kita uraikan dulu pengertian hukum penjualannya. Peraturan hukum baik yang tertulis maupun tidak terdaftar yang mengatur  penguasaan atas tanah yang merupakan lembaga hukum yang konkret.

Dari berbagai uraian di atas dapat disimpulkan hukum tanah adalah keseluruan ketentuan hukum baik tertulis maupun tidak tertulis. Dimana semuanya mempunyai objek pengaturan yang sama yaitu penguasaan atas tanah ataupun menjualnya sesuai aturan hukum. Lalu, hukum tersebut juga disusun secara sitematis sebagai sistem.

Sebelum Anda memutuskan untuk jual tanah murah atau penguasaan atas tanah yang dimaksud hak penguasaan atas tanah. Hak tersebut berisi serangkaian wewenang kewajiban atau larangan larangan. Haknya untuk berbuat sesuatu mengenai tanah yang dihakki sesuatu yang boleh wajib atau dilarang untuk diperbuat yang merupakan isi.

Hak penguasaan menjadi kriteria atau tolak ukur pembeda diantara hak hak penguasaan atas tanah yang diatur dalam hukum tanah.  Tanah dan bangunan adalah kebutuhan primer manusia yang tidak akan terelakkan. Pada waktunya nanti akan tiba saatnya nanti Anda ingin mencari rumah idaman Anda bisa mencarinya melalui situs jual tanah.

Untuk itu melalui serangkaian transaksi jual beli tanah dan bangunan misalnya lewat situs jual beli misalnya begitu rumit, perlu bersabar demi mewujudkan mimpi guna memperoleh tanah dan rumah impian. Menurut Undang-undang yang tercantum dalam Pokok Agraria (UUPA), jual beli adalah proses yang dapat menjadi bukti adanya peralihan hak dari penjual kepada pembeli.

Pada prinsipnya adalah seperti ketika ingin jual tanah murah  maka syaratnya harus ditunaika. Antara lain transaksi dilakukan di hadapan pejabat umum yang berwenang dan dibayarkan secara tunai. Ini berarti bahwa jika harga yang dibayarkan tidak lunas maka proses jual beli belum dapat dilakukan.

Prosedur yang Benar dalam Penjualan Tanah

Pejabat umum berwenang adalah PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) yang diangkat oleh kepala Badan Pertanahan Nasional RI. Kewenangannya untuk membuat dan memproses akta-akta tertentu, seperti Akta Jual Beli, Tukar Menukar barang, Hibah, dan sebagainya. Pemberian Hak Bangunan atas Tanah Hak Milik, dan Pemberian Hak Tanggungan juga merupakan kewenangannya.

Pemasukan ke dalam Perusahaan, Pembagian Hak Bersama dan Pemberian Hak Pakai atas Tanah Hak Milik pribadi pun berkaitan dengan prosedur ini. Sebelum Anda melakukan proses jual beli, penjual maupun pembeli harus memastikan bahwa tanah tidak dalam sengketa atau tanggungan di Bank. Jika di atas tanah yang dimaksud sedang dalam permasalahan maka PPAT dapat menolak pembuatan Akta Jual Beli.

Adapun untuk transaksi dari jual beli membutuhkan data-data yang akurat selama proses berlangsung. Data penjual antara lain fotokopi KTP (apabila sudah menikah maka fotokopi KTP Suami dan Istri). Lalu Anda juga harus melengkapi Kartu Keluarga (KK) serta Surat Nikah (jika sudah nikah).

Jangan lupa dokumen penting lainnya yaitu Serti fikat Hak Atas Tanah yang akan dijual. Misalnya Sertifikat Hak Milik, Sertifikat Hak Guna Bangunan, Sertifikat Hak Guna Usaha, dan lain lain. Kelengkapan tersebut sangat penting untuk memastikan semua prosedurnya berjalan lancar.

Jadi, ilmu tentang dasar-dasar kepemilikan serta aturan tanah harus Anda pahami. Minimal Anda tahu sedikit sehingga tidak sampai terjebak penipuan. Inilah pentingnya tahu hukum pertanahan. Jika ada yang belum dipahami sangat disarankan untuk menanyakan ke kenalan dengan kompetensi profesionalisme mumpuni.

Bisnis jual beli tanah cukup prospektif karena harga aset yang satu ini memang selalu naik dari tahun ke tahun. Namun demikian, Anda juga harus selalu berhati-hati jangan sampai tergiur dengan pembeli yang ingin cepat menyelesaikan proses tanpa kejelasan.

Bisnis Jual Beli Tanah? Tentu Bisa!

Saat membeli rumah atau tanah, Anda juga harus ekstra teliti. Karena tanah bukanlah aset yang bisa dibeli kapan saja. Butuh waktu lama untuk menabung dan merencanakannya sehingga harus benar-benar matang dan tidak sampai mengecewakan di masa depan.

Bisnis jual beli tanah akan sangat menguntungkan apabila Anda teliti dengan kesempatan dan bisa membaca harga. Misalnya kapan harga tanah naik dan berapa pasarannya. Ini akan sangat dibutuhkan pada setiap transaksi. Anda dapat menjadikan pekerjaan tersebut sebagai sampingan, karena aset besar seperti rumah atau properti akan lama terjual dan butuh waktu.

Namun demikian, pengetahuan tentang dasar-dasar penjualan tanah harus selalu Anda akses karena terkadang ada perubahan. Baik dari undang-undang maupun aturan daerah dan lain sebagainya, memang harus dipahami oleh pelaku jual tanah. Apalagi jika Anda ingin menjadikannya sebagai long term business, misalnya dengan jual tanah kavling.

Bagi Anda para karyawan yang ingin merencanakan pensiun, jual beli properti seperti tanah akan sangat menguntungkan dan tidak perlu target. Anda juga bisa tetap menghabiskan masa tua dengan santai tanpa tekanan. Hanya sekali waktu saja bisnis ini dilakukan dan keuntungannya bisa untuk jangka panjang, sangat menarik bukan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *